PASIEN RUMAH SINGGAH
23 OKTOBER PUKUL ±22:00, Kami dari pengurus RUMAH SINGGAH mendapatkan kabar duka dari rumah sakit.
Pasien atas nama BIA yang sudah menjalani proses berjuang untuk sembuh di Makassar kurang lebih 7 bulan, Beliau mengidap penyakit tumor ganas yang telah timbul sejak 3 tahun terakhir.
Beliau memiliki satu satunya anak perempuan yang merawatnya,dari awal sakit sampai pada akhirnya menghembuskan nafas terakhir di ruang perawatan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo pada tanggal 23 Oktober 2023,beliau berasal dari keluarga yang pas Pasan tapi memiliki kebahagiaan di lingkungan keluarganya yang sangat luar biasa, bahkan tidak semua bisa orang memiliki keharmonisan keluarga seperti keluarga Bu bia. Selain memiliki anak perempuan yang begitu sabar merawatnya, beliau juga memiliki anak laki laki dan suami yang tiap hari melawan kerasnya dunia kerja dengan harapan dapat memberikan kesembuhan terhadap Bu bia.
Masih banyak kisah inspiratif dari keluarga bahagia Bu bia yang belum bisa kami ceritakan semua karena begitu panjang,namun kembali setelah kami menerima kabar duka, tim rumah singgah memberangkatkan 2 unit ambulance rumah singgah ke RSUP Wahidin Sudirohusodo untuk menjemput jenazah almarhuma. Pukul 00:12 Tim rumah singgah yang mengantarkan jenazah almarhuma ke rumah duka berangkat meninggalkan kota Makassar,dan pukul ±05:00 tim rumah singgah tiba di rumah duka yang berada di Desa Malenteng Kec. Tombolo Pao, Kab. Gowa.
Dengan kedatangan jenazah almarhuma Isak tangis tak terhenti terdengar dari para keluarga yang kian lama menunggu kedatangan jenazah almarhuma, karena setelah kami berbincang dengan keluarga dan tetangga, Almarhumah ini memiliki sesosok sifat yang ramah,baik,dan senang berbagi,tak heran jika banyak suara tangisan terdengar dari para keluarga melihat sosok orang baik ini sudah meninggalkan mereka semua.
Setelah tiba,± Pukul 13:15 jenazah almarhuma Bu Bia di antarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya,oleh para keluarga dan orang orang dekatnya,begitu banyak yang antusias ikut mengantarkan jenazahnya ke tempat peristirahatan terakhir. Hingga setelah pemakaman tim berpamitan untuk bergegas balik ke kota Makassar.
Komentar
Posting Komentar